Puisi; Aku dan Beban
12/14/2024 09:15:43 AM
Dipublikasikan
10/28/2024 10:41:00 PM
Assalamualaikum.
Hai -
berkarat di sela kenangan yang redup
setiap luka, setiap cela, lekat dalam jiwa
membuat cinta enggan, memilih menjauh saja
Aku adalah rintik di hujan yang gelap
sepi yang menyelinapi malam
tak ada kehangatan
hanya dingin dan bayang yang kukenali sungguh
Jika cinta datang, kuharap ia mengerti
bahwa aku adalah berat yang sulit dimengerti
dan mungkin, saat ini aku hanyalah sebuah hati
tak pantas untuk siapa pun mencinta
Hai -
Celotehnisa.com | Puisi; Aku dan Beban - Kadang, ada masa-masa kita merasa seolah-olah beban di hati membuat kita tak layak untuk dicintai. Dalam perjalanan hidup, mungkin bukan hanya soal menemukan seseorang yang mau memahami, tetapi juga menerima diri sendiri dengan segala kekurangan dan luka yang kita bawa. Puisi "Aku dan Beban" ini hadir untuk mengungkapkan perasaan itu; perasaan yang mungkin sering kita sembunyikan. Semoga dengan membacanya, kita bisa merasa tidak sendirian dalam perjalanan menerima dan mencintai diri apa adanya.
Puisi; Aku dan Beban
Aku dan Beban
Ada aku, berdiri di batas senja
dengan langkah pelan dan hati berdebu
cinta tak datang, tak berani menghampiri
karena aku—beban, bukan bahagia yang dicari
berkarat di sela kenangan yang redup
setiap luka, setiap cela, lekat dalam jiwa
membuat cinta enggan, memilih menjauh saja
Aku adalah rintik di hujan yang gelap
sepi yang menyelinapi malam
tak ada kehangatan
hanya dingin dan bayang yang kukenali sungguh
Jika cinta datang, kuharap ia mengerti
bahwa aku adalah berat yang sulit dimengerti
dan mungkin, saat ini aku hanyalah sebuah hati
tak pantas untuk siapa pun mencinta
28 Oktober 2024
CN
---
Terima kasih😊