Puisi; Aku dan Beban

Assalamualaikum.

Hai -

Celotehnisa.com | Puisi; Aku dan Beban - Kadang, ada masa-masa kita merasa seolah-olah beban di hati membuat kita tak layak untuk dicintai. Dalam perjalanan hidup, mungkin bukan hanya soal menemukan seseorang yang mau memahami, tetapi juga menerima diri sendiri dengan segala kekurangan dan luka yang kita bawa. Puisi "Aku dan Beban" ini hadir untuk mengungkapkan perasaan itu; perasaan yang mungkin sering kita sembunyikan. Semoga dengan membacanya, kita bisa merasa tidak sendirian dalam perjalanan menerima dan mencintai diri apa adanya.

 Puisi; Aku dan Beban



Aku dan Beban


Ada aku, berdiri di batas senja
dengan langkah pelan dan hati berdebu
cinta tak datang, tak berani menghampiri
karena aku—beban, bukan bahagia yang dicari

Aku ini luka yang tertinggal di masa
berkarat di sela kenangan yang redup
setiap luka, setiap cela, lekat dalam jiwa
membuat cinta enggan, memilih menjauh saja

Aku adalah rintik di hujan yang gelap
sepi yang menyelinapi malam
tak ada kehangatan
hanya dingin dan bayang yang kukenali sungguh

Jika cinta datang, kuharap ia mengerti
bahwa aku adalah berat yang sulit dimengerti
dan mungkin, saat ini aku hanyalah sebuah hati
tak pantas untuk siapa pun mencinta


                                                                                                28 Oktober 2024

                                                                                                CN
---

Terima kasih😊

Baca Juga
Posting Komentar