Tahukah Anda? Perbedaan “Kenapa” dan “Mengapa”
Assalamualaikum,
Hai,
Celotehnisa.com | Tahukah Anda? Perbedaan "Kenapa" dan "Mengapa" - Dalam percakapan sehari-hari, kata "kenapa" dan "mengapa" sering digunakan secara bergantian untuk menanyakan alasan atau sebab. Namun, tahukah Anda bahwa keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaannya?
Tahukah Anda? Perbedaan “Kenapa” dan “Mengapa”
Secara kaidah bahasa Indonesia, "mengapa" adalah bentuk yang baku, sedangkan "kenapa" termasuk dalam bentuk tidak baku.
- "Mengapa" lebih sering digunakan dalam situasi formal, seperti dalam tulisan akademik, berita, atau dokumen resmi.
- "Kenapa" lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari yang bersifat santai atau informal.
Contoh:
✔ Mengapa harga BBM naik? (bentuk baku, cocok untuk tulisan resmi)
✖ Kenapa harga BBM naik? (bentuk tidak baku, lebih cocok untuk percakapan santai)
Jika Anda menulis dalam konteks resmi atau akademik, gunakan "mengapa", karena ini adalah bentuk yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Sementara itu, "kenapa" lebih sesuai untuk komunikasi sehari-hari yang bersifat informal.
Memahami perbedaan ini akan membantu Anda menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih tepat sesuai dengan konteksnya.
Semoga bermanfaat 😊